Multiple intelligences
adalah sebuah teori kecerdasan yang dimunculkan oleh Dr. Howard Gardner,
seorang Psikolog dari Project Zero Harvard University pada tahun 1983. Yang
menarik pada teori ini adalah terdapat usaha untuk melakukan redefinisi
kecerdasan. Sebelum muncul teori multiple
intelligences, teori kecerdasan cenderung diartikan secara sempit.
Kecerdasan seseorang lebih banyak ditentukan oleh kemampuannya menyelesaikan
serangkaian tes psikologis, kemudian hasil tes diubah menjadi angka standar
kecerdasan. Daniel Muijs dan David Reynolds dalam bukunya berjudul Effective Learning mengatakan bahwa
Gardner berhasil merubah dominasi teori dan tes IQ yang sejak tahun 1905
digunakan oleh pakar psikolog di seluruh dunia.
Kita
dapat dengan mudah membedakan definisi kecerdasan yang dibuat Gardner dengan
definisi kecerdasan yang telah berlaku sebelumnya. Dalam bukunya Frame of Mind, Gardner mengatakan “Intelligence is the ability to find and
solve problems and create products of value in one’s own culture.” Menurut
Gardner, kecerdasan seseorang – tiba-tiba – tidak diukur dari hasil tes
psikologi standar, namun dapat dilihat dari kebiasaan seseorang terhadap dua
hal. Pertama, kebiasaan seseorang menyelesaikan masalahnya sendiri (problem solving). Kedua, kebiasaan
seseorang menciptakan produk-produk baru yang punya nilai budaya (creativity). Seringkali kita sebagai
orangtua maupun pengajar secara tidak sadar membunuh dua sumber kecerdasan
tersebut, yaitu creativity dan problem solving.
Karakteristik kecerdasan majemuk
|
No.
|
Kecerdasan
|
Komponen Inti
|
Kompetensi
|
|
1.
|
Linguistic
|
Kepekaan pada bunyi,
struktur, makna, fungsi kata, dan bahasa.
|
Kemampuan membaca,
menulis, berdiskusi, berargumentasi, berdebat.
|
|
2.
|
Logis
- Matematis
|
Kepekaan memahami
pola-pola logis atau numeric dan kemampuan mengolah alur pemikiran yang
panjang.
|
Kemampuan berhitung,
bernalar, dan berpikir logis, memecahkan masalah.
|
|
3.
|
Visual
– Spasial
|
Kepekaan merasakan
dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat.
|
Kemampuan menggambar,
memotret, membuat patung, mendesain.
|
|
4.
|
Music
|
Kepekaan menciptakan
dan mengekspresikan irama, pola titi nada, dan warna nada, serta apresiasi
bentuk-bentuk ekspresi emosi musical.
|
Kemampuan menciptakan
lagu, membentuk irama, mendengar nada dari sumber bunyi atau alat-alat music.
|
|
5.
|
Kinestetik
|
Kepekaan mengontrol
gerak tubuh dan kemahiran mengelola objek, respons, dan reflex.
|
Kemampuan gerak
motorik dan keseimbangan.
|
|
6.
|
Interpersonal
|
Kepekaan mencerna dan
merespons secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi, dan keinginan
orang lain.
|
Kemampuan bergaul
dengan orang lain, memimpin, kepekaan social yang tinggi, negosiasi, bekerja
sama, punya empati yang tinggi.
|
|
7.
|
Intrapersonal
|
Kepekaan memahami
perasaan sendiri dan kemampuan membedakan emosi, pengetahuan tentang kekuatan
dan kelemahan diri.
|
Kemampuan mengenal
diri sendiri secara mendalam, kemampuan intutif dan motivasi diri,
penyendiri, sensitive terhadap nilai diri dan tujuan hidup.
|
|
8.
|
Naturalis
|
Kepekaan membedakan
spesies, mengenali eksistensi spesies lain, dan memetakan hubungan
antarbeberapa spesies.
|
Kemampuan meneliti
gejala-gejala alam, mengklasifikasikan, identifikasi.
|