Halaman

Senin, 19 Desember 2016

ISTILAH ISTILAH METODE DALAM PENGAJARAN - 1

Multiple Intelligence

Multiple Intelligence merupakan sebuah teori yang digagas oleh Dr. Howard gardner dan rekan-rekannya di Harvard University. Gardner mendefinisikan kecerdasan sebagai kemampuan untuk memcahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya. Ia mengatakan bahwa psikologi dan pendidikan telah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mempelajari kecerdasan di dalam ruang tes dan bahwa kedua disiplin ini seharusnya lebih banyak melihat ke dalam dunia nyata untuk mencari contoh-contoh cara manusia memecahkan maslah dan menciptakan berbagai produk penting bagi perkembangan budaya. 
Konsep kecerdasan majemuk ini memperkenalkan bahwa manusia belajar dan berhasil melalui berbagai kemampuan kecerdasan yang tidak terukur melalui IQ. Menurut Gardner, definisi cerdas adalah kemampuan memecahkan masalah atau kemampuan berkarya menghasilkan sesuatu berharga.
Setiap manusia memiliki bakat, cara belajar, dan kemampuan kognitif yang berbeda-beda. Teori Bronfenbrenner mengungkapkan bahwa kemampuan masing-masing orang tergantung latar belakang sosial dan budaya di mana ia dibesarkan.


Setelah meneliti berbagai jenis kemampuan, kompetensi, dan ketrampilan yang digunakan di seluruh dunia, Dr. Gardner menyusun daftar kecerdasan sebagai berikut :
1. Word Smart (Kecerdasan Verbal atau Lingusitik)
Kecerdasan verbal adalah kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif. Dalam kehidupan sehari-hari, kecerdasan verbal bermanfaat untuk berbicara, mendengarkan, membaca apa pun, dan menulis apa pun. Anak -anak dengan kecerdasan bahasa banyak mengajukan pertanyaan dan senang berdiskusi serta mampu mengekspresikan pikirannya secara verbal, mudah mengingat nama, dan mampu menulis dengan baik.
2.        Number Smart (Kecerdasan Logis-Matematis)
Kecerdasan logikal melibatkan keterampilan mengolah angka dan/atau kemahiran menggunakan logika atau akal sehat. Ini adalah kecerdasan yang digunakan oleh ilmuwan ketika menciptakan hipotesis dan dengan tekun mengujinya dengan data eksperimental.
Jadi ilmuwan, filsuf, ahli matematika, dan computer programmer memiliki kecerdasan dalam bidang ini.
3.        Picture Smart (Kecerdasan Visual-Spasial)
Kecerdasan ini adalah kecerdasan gambar dan visualisasi. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk mevisualisasikan gambar di dalam kepala seseorang atau menciptakannya dalam bentuk dua atau tiga dimensi. Para arsitek, pelukis, ahli desain interior, dan pilot memiliki kecerdasan yang tinggi dalam bidang ini.

4.        Body Smart (Kecerdasan Kinestetik-Jasmani)
Merupakan kecerdasan seluruh tubuh. Anak dengan kecerdasan ini cepat mempelajari dan menguasai kegiatan-kegiatan yang melibatkan fisik, baik motorik kasar maupun halus. Kemampuan dalam menggunakan seluruh anggota tubuhnya dalam pekerjaan, pemecahan masalah, ketrerampilan tangan, jari, atau lengan dalam memproduksi sesuatu. Atlet, pemain film atau drama, penari, penyulam memiliki kecerdasan ini.

5.        Sound Smart (Kecerdasan Musikal)
Kecerdasan musikal melibatkan kemampuan menyanyikan sebuah lagu, mengingat melodi musik, mempunyai kepekaan akan irama, atau sekadar menikmati musik. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mendapat manfaat dari kecerdasan musikal setiap kali kita menyanyikan paduan suara, memainkan alat musik, dan menikmati di T, radio, atau CD.

6.        People Smart (Kecerdasan Interpersonal)
Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk memahami dan bekerja sama dengan orang lain, mulai kemampuan berempati pada orang lain sampai kemampuan memanipulasi sekelompok orang menuju suatu tujuan bersama

7.        Self Smart (Kecerdasan Intrapersonal)
Ini adalah kecerdasan memahami diri sendiri dan kecerdasan mengetahui siapa diri kita sebenarnya. Mudah mengenali perasaan diri, dapat menghayati puisi, drama, bermeditasi, menulis jurnal, dan bercerita.

8.        Nature Smart (Kecerdasan Naturalis)
Kecerdasan ini melibatkan kemampuan mengenali bentuk-bentuk alam di sekitar kita. Ini juga mencakup kepekaan terhadap bentuk-bentuk alam lain. Cepat mempelajari fenomena alam, biologi, mengamati dan membaca kehidupan tumbuhan, binatang, serta gemar akan kegiatan pecinta alam.

9.        Spiritual Smart (Kecerdasan Spiritual) 
“Spiritual Intelligence is the central and most fundamental of all the intelligences, because it becomes the source of guidance for the others.” SQ menjadi kemampuan paling dasar dari semua kecerdasan yang ada (Stephen Covey, 2004).
Terminologi SQ (Spiritual Quotient) sebagai parameter dari Spiritual Intelligence diperkenalkan pertama kali oleh Danah Zohar pada 1997 dalam bukunya Rewiring the Corporate Brain. Dari tahun ke tahun terus berkembang dan mendapat dukungan riset dari berbagai institusi psikologi perkembangan dan universitas di seluruh duni, hingga sekarang. Definisi SQ di-review oleh Cindy Wigglesworth dalam bukunya The Twenty One skills of Spiritual Intelligence (2012) sebagai kemampuan untuk bersikap bijak dan sabar, menjaga keseimbangan batiniah dan lahiriah, dan menggunakan kemampuannya itu untuk hidup dan bertahan dalam berbagai situasi.

Kemampuan berpikir dalam tentang makna hidup, mempertanyakan “Kenapa kita hidup”, “Mengapa kita akan mati”, dan kemampuan menyadari adanya keterkaitan antara dirinya sendiri dengan manusia lain dan lingkungannya.


Setiap anak bisa memiliki salah satu atau lebih dari kecerdasan di atas. Sistem pendidikan tradisional biasanya hanya terfokus pada peningkatan kecerdasan logia-matematika, bahasa, dan spasial saja.

Sistem pendidikan di Indonesia umumnya mengukur dari kecerdasan IQ (yang hanya mencakup 2 atau 3 aspek kecerdasan) sehingga anak-anak yang memiliki kecerdasan di bidang lainnya tidak dapat berkembang secara optimal.

Dampaknya mereka tidak memiliki kecerdasan dalam bidang lainnya, rasa percaya dirinya tidak berkembang, dan tidak merasa bangga akan kemampuannya. Akhirnya kreativitas dan keinginan untuk terus mengembangkan kemampuannya tidak berkembang baik. Untuk bisa menerapkan kecerdasan majemuk dalam sistem pendidikan.



Daftar Pustaka
Syurfah, Ariany. 2007.Multiple Intelligence for Islamic Teaching Panduan Melejitkan Kecerdasan Majemuk Anak Melalui Pengajaran Islam. Cetakan ke-1. Bandung-Syamil Publishing
Megawangi, Ratna. Pendidikan yang Patut dan Menyenangkan
http://www.satujam.com/9-kecerdasan-majemuk-anak/
http://etheses.uin-malang.ac.id/1640/6/08410107_Bab_2.pdf
http://www.kajianpustaka.com/2014/01/kecerdasan-spiritual.html
http://new.resourceful-parenting.com/?cat=89
http://www.kompasiana.com/ilma_nugrahani/spiritual-intelligence-evolusi-teori-kecerdasan-terkini_5528e6e76ea8346d298b4596

Tidak ada komentar:

Posting Komentar