Halaman

Selasa, 09 Juli 2013

Teori Multiple Intelligences




Multiple intelligences adalah sebuah teori kecerdasan yang dimunculkan oleh Dr. Howard Gardner, seorang Psikolog dari Project Zero Harvard University pada tahun 1983. Yang menarik pada teori ini adalah terdapat usaha untuk melakukan redefinisi kecerdasan. Sebelum muncul teori multiple intelligences, teori kecerdasan cenderung diartikan secara sempit. Kecerdasan seseorang lebih banyak ditentukan oleh kemampuannya menyelesaikan serangkaian tes psikologis, kemudian hasil tes diubah menjadi angka standar kecerdasan. Daniel Muijs dan David Reynolds dalam bukunya berjudul Effective Learning mengatakan bahwa Gardner berhasil merubah dominasi teori dan tes IQ yang sejak tahun 1905 digunakan oleh pakar psikolog di seluruh dunia.
Kita dapat dengan mudah membedakan definisi kecerdasan yang dibuat Gardner dengan definisi kecerdasan yang telah berlaku sebelumnya. Dalam bukunya Frame of Mind, Gardner mengatakan “Intelligence is the ability to find and solve problems and create products of value in one’s own culture.” Menurut Gardner, kecerdasan seseorang – tiba-tiba – tidak diukur dari hasil tes psikologi standar, namun dapat dilihat dari kebiasaan seseorang terhadap dua hal. Pertama, kebiasaan seseorang menyelesaikan masalahnya sendiri (problem solving). Kedua, kebiasaan seseorang menciptakan produk-produk baru yang punya nilai budaya (creativity). Seringkali kita sebagai orangtua maupun pengajar secara tidak sadar membunuh dua sumber kecerdasan tersebut, yaitu creativity dan problem solving.

Karakteristik kecerdasan majemuk
No.
Kecerdasan
Komponen Inti
Kompetensi
1.
Linguistic
Kepekaan pada bunyi, struktur, makna, fungsi kata, dan bahasa.
Kemampuan membaca, menulis, berdiskusi, berargumentasi, berdebat.
2.
Logis - Matematis
Kepekaan memahami pola-pola logis atau numeric dan kemampuan mengolah alur pemikiran yang panjang.
Kemampuan berhitung, bernalar, dan berpikir logis, memecahkan masalah.
3.
Visual – Spasial
Kepekaan merasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat.
Kemampuan menggambar, memotret, membuat patung, mendesain.
4.
Music
Kepekaan menciptakan dan mengekspresikan irama, pola titi nada, dan warna nada, serta apresiasi bentuk-bentuk ekspresi emosi musical.
Kemampuan menciptakan lagu, membentuk irama, mendengar nada dari sumber bunyi atau alat-alat music.
5.
Kinestetik
Kepekaan mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengelola objek, respons, dan reflex.
Kemampuan gerak motorik dan keseimbangan.
6.
Interpersonal
Kepekaan mencerna dan merespons secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi, dan keinginan orang lain.
Kemampuan bergaul dengan orang lain, memimpin, kepekaan social yang tinggi, negosiasi, bekerja sama, punya empati yang tinggi.
7.
Intrapersonal
Kepekaan memahami perasaan sendiri dan kemampuan membedakan emosi, pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri.
Kemampuan mengenal diri sendiri secara mendalam, kemampuan intutif dan motivasi diri, penyendiri, sensitive terhadap nilai diri dan tujuan hidup.
8.
Naturalis
Kepekaan membedakan spesies, mengenali eksistensi spesies lain, dan memetakan hubungan antarbeberapa spesies.
Kemampuan meneliti gejala-gejala alam, mengklasifikasikan, identifikasi.

 sumber: Sekolahnya Manusia oleh Munif Chotib


Tidak ada komentar:

Posting Komentar