Definisi anak berbakat menurut USOE (United States Office of Education), badan pendidikan Amerika Serikat, menyatakan anak berbakat sebagai anak-anak yang dapat membuktikan kemampuan berprestasinya yang tinggi dalam bidang-bidang seperti intelektual, kreatif, artistik, kapasitas kepemimpinan atau akademik spesifik, dan mereka yang membutuhkan pelayanan atau aktivitasyang tidak sama dengan yang disediakan di sekolah sehubungan dengan penemuan kemampuan-kemampuannya. (Hawadi, 2002).Selanjutnya Renzuli melengkapi definisi yang ditetapkan USOE bahwa anak berbakat merupakan satu interaksi diantara tiga sifat dasar manusia yang menyatu ikatan terdiri dari kemampuan umum dengan tingkat di atas kemampuan rata- rata, komitmen yang tinggi terhadap tugas-tugas dan kreativitas yang tinggi. Anak berbakat ialah anak yang memiliki kecakapan dalam mengembangkan gabungan ketiga sifat ini dan mengaplikasikan dalam setiap tindakanyang bernilai. (Swssing, 1985).
Pendapat lain mengenai anak berbakat oleh The School Council di Inggris merujuk pada setiap anak yang luar biasa dalam kemampuan umum dan atau spesifik pada lapangan yang relatif luas atau simpel (2–6 %).Definisi tersebut di atas berusaha memberikan penjelasan secara tepat mengenai keberbakatan. Namun ada beberapa poin penting yang tidak disampaikan dan menjadi kelemahan definisi tersebut. Definisi oleh The School Council lebih berorientasi pada kemampuan super yang dimiliki oleh anak namun tidak menjelaskan karakteristik khas dari keberbakatan anak serta belum menjelaskan bagaimana mereka secara psikologis memanfaatkan kemampuan yang dimilikinya. Renzuli berusaha mendefinisikan anak berbakat secara komprehensif dengan berusaha mengungkap karekateristik penting yang dimiliki anak berbakat:
1. Potensi unggul yang bersifat majemuk
2. Kemampuan bagaimana mereka menghadapi masalah
3. Kemampuan (prestasi) yang dapat dicapai.
(Sumber: Sudarmadi Solo)
Anak yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa (berbakat) berbeda dengan kelompok anak luar biasa. Perbedaannya adalah anak berbakat tidak mengalami kecacatan, seperti anak tunanetra, tunarungu, dan tunagrahita. Walaupun diantara anak berbakat ada yang menyandang kelainan, tetapi kelainan itu bukan pada terhambatnya kecerdasan.
Dalam UUSPN No.2 Tahun 1989, yang disebut anak berbakat adalah “warga Negara yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa”. Kecerdasan berhubungan dengan perkembangan kemampuan intelektual, sedangkan kemampuan luar biasa tidak hanya terbatas pada kemampuan intelektual. Jenis-jenis kemampuan dan kecerdasan luar biasa yang dimaksud dalam batasan ini meliputi :
(a) Kemampuan intelektual umum dan akademik khusus
(b) Berpikir kreatif –produktif
(c) Psikososial/kepemimpinan
(d) Seni/kinestetik
(e) Psikomotorik
Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa anak berbakat adalah anak yang mempunyai kemampuan yang unggul dari anak rata-rata/normal baik dalam kemampuan intelektual maupun nonintelektual sehingga mereka membutuhkan layanan pendidikan secara khusus. Keberbakatan bukan semata-mata karena seorang memiliki intelegensia tinggi melainkan ditentukan oleh banyak factor.
Karakteristik Anak Berbakat
Karakteristik anak berbakat ditinjau dari segi akademik, social/emosi dan fisik/kesehatan.

1. Karakteristik akademik
Menurut Kitano dan Kirby (1986) yang dikutip oleh Mulyono Abdurrahman (1994) mengemukakan karakteristik keberbakatan bidang akademik adalah :
(a) Memiliki perhatian yang lama terhadap suatu bidang akademik khusus
(b) Memiliki pemahaman yang sangat maju tentang konsep, metode, dan terminology dari bidang akademik khusus
(c) Mampu mengaplikasikan berbagai konsep dari bidang akademik khusus yang dipelajari pada aktivitas-aktivitas bidang lain
(d) Kesediaan mencurahkan sejumlah besar perhatian dan usaha untuk mencapai standar yang lebih tinggi dalam suatu bidang akademis
(e) Memiliki sifat kompetitif yang tinggi dalam suatu bidang akademik dan motivasi yang tinggi untuk berbuat yang terbaik
(f) Belajar dengan cepat dalam suatu bidang akademik khusus.
2. Karakteristik social/emosi
Ada beberapa ciri individu yang memiliki keberbakatan social, yaitu :
(a) Diterima oleh mayoritas dari teman-teman sebaya dan ornag dewasa
(b) Keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan social, mereka memberikan sumbangan positif dan konstruktif
(c) Kecenderungan dipandang sebagai juru pemisah dalam pertengkaran dan pengambil kebijakan oleh teman sebayanya
(d) Memiliki kepercayaan tentang kesamaan derajat semua orang dan jujur
(e) Perilakunya tidak defensive dan memiliki tenggang rasa
(f) Bebas dari tekanan emosi dan mampu mengontrol ekspresi emosional sehingga relevan dengan situasi
(g) Mampu mempertahankan hubungan abadi dengan teman sebaya dan orang dewasa
(h) Mampu merangsang perilaku produktif bagi orang lain
(i) Memiliki kapasitas yang luar biasa untuk menanggulangi situasi social dengan cerdas dan humor.
3. Karakteristik fisik/kesehatan
Dalam hal fisik, anak berbakat memperlihatkan :
(a) Memiliki penampilan yang menarik dan rapi
(b) Kesehatannya berada lebih baik atau di atas rata-rata
(studi longitudinal Terman dalam Samuel A. Kirk, 1986)
Karakteristik anak berbakat secara umum, seperti yang dikemukakan oleh Renzulli, 1981 (dalam Sisk, 1987) menyatakan bahwa keberbakatan (giftedness) menunjukkan katerkaitan antara 3 kelompok cirri-ciri, yaitu :
(a) Kemampuan kecerdasan jauh di atas rata-rata
(b) Kretivitas tinggi
(c) Tanggung jawab atau pengikatan diri terhadap tugas (task commitment)
Masing-masing ciri mempunyai peran yang menentukan.
Seseorang dikatakan berbakat intelektual jika mempunyai intelegensia tinggi. Sedangkan kreativitas adalah sebagai kemmapuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, memberikan gagasan baru, kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan yang baru antara unsure-unsur yang ada. Demikian pula berlaku bagi pengikatan diri terhadap tugas. Hal inilah yang mendorong seseorang untuk tekun dan ulet mengalami meskipun mengalami berbagai rintangan dan hambatan karena ia telah mengikatkan pada tugas kehendaknya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar