Welcome to PAUD Islam Al Fatah

Selamat Datang di PAUD Islam Al Fatah, Jatiasih Kota Bekasi

Kamis, 18 Februari 2010

Mengenali Kebutuhan Emosi Anak Anda



Sebagai orang tua, kita perlu memperhatikan kondisi emosi anak. Membantu
mereka mengenali emosi atau perasaan yang mereka mengenali emosi atau
perasaan yang mereka rasakan pada saat-saat tertentu dalam hidup mereka
yang membantu untuk memproses emosi mereka menuju kematangan emosi.

Dalam menghadapi anak, orangtua diperhadapkan empat jenis kondisi emosi
seperti moody, marah, kesedihan dan stress (untuk stress akan dibahas pada
artikel selanjutnya).

Meregulasi mood anak

Remaja dikenal dengan masa mood swing yang sulit diprediksi. David Wilmes
(1995) nengkategorikan empat macam mood yang cukup konsisten yang dialami
remaja yakni H.A.L.T (Hungry,Angry,Lonely,Tired). Keempat hal ini adalah
indicator untuk menjelaskan ketidaknyaman atau rasa aneh yang terjadi
dalam diri anak. Oleh karena itu, anak perlu diajar berwaspada terhadap
hal tersebut dan bagaimana bersikap untuk mengatasinya.

Hungry. “Sudah makan koq lapar terus."

Angry. “Lagi sebel aja, padahal ga ada yang ganggu.”

Lonely. “Suka kesepian walau banyak orang di sekelilingku.”

Tired. “Kenapa sering lelah padahal sudah cukup tidur.”

Strategi untuk mempertahankan mood baik pada anak adalah :

* Jauhi makanan fast food dan junk food. Anak perlu nutrisi yang baik
untuk pertumbuhan. Kebanyakan junk food secara kedokteran dapat
menimbulkan bosan dan depresi. Nutrisi yang seimbang dan variasi
makanan dapat mendatangkan mood yang baik.
* Cukup tidur. Remaja yang tidak mendapat waktu tidur yang cukup
karena bekerja atau sekadar menonton TV membawa akibat negative
terhadap perasaan di hari berikutnya. Riset yang dikutip dalam buku
Parenting for Prevention yang ditulis David Wilmes tahun 1995
menemukan remaja perlu 8-9 jam tidur setiap malam untuk “berfungsi”
dengan baik. Pertahankan jam rutin tidur sesuai umur anak: anak SD
tidur antara jam 8-8.30; SMP jam 8.30-9 dan SMU jam 9-10 malam.
* Beraktifitas fisik dan berolahraga. Melakukan aktifitas yang fun
sebaiknya dilakukan secara rutin. Biarkan anak memilih jenis olahraga
atau kegiatan yang menyenangkan dia. Hal ini akan sangat membantu
untuk membangun mood baik. Jauhkan dari aktifitas pasif seperti main
game, nonton TV atau sekedar duduk di depan computer/internet.
* Ajar anak untuk membicarakan perasaan yang tidak nyaman yang mereka
rasakan dan sampaikan kepada anak anda bahwa jika mereka tidak nyaman
maka seisi rumah juga merasa tidak nyaman.

Strategi untuk mengontrol amarah anak.

Amarah sebenarnya memiliki potensi membangun karena rasa marah
dapat memberi kita energi untuk memecahkan masalah-masalah dan
memuaskan kebutuhan kita. Meskipun demikian, ada perbedaan
besar antara memuaskan kebutuhan dengan ekspresi marah yang
destruktif yang dilakukan dengan cara yang tidak pantas. Hanya
karena anda ‘membutuhkan’ krayon biru tidak membuatnya
memiliki alas an untuk memukul teman sekelasnya yang tidak
mengembalikan krayon itu pada tempatnya. Sebagai orang tua,
anda bertanggungjawab mengajar anak anda bahwa marah itu
diperbolehkan, namun tidak berlaku untuk bertingkah laku
kasar. Berikut saran dari Pat Huggins, instruktur klinik dalam
Graduate School of Counseling di Universitas of Washington di
tahun 1993 yang akan menolong dalam membantu anak mengontrol
amarahnya.

* Trik Kura – Kura
Ketika anak anda kesal, biarkan dia mencoba melakukan trik kura-kura,
(anda dapat melatihnya saat dia sedang tidak dalam kondisi marah). Tuntun
anak anda untuk memikirkan waktu atau berikan contoh situasi saat dia
marah. Biarkan itu mengingat perasaan yang muncul saat emosi-emosi itu
muncul. Jelaskan padanya, bahwa daripada ia memukul atau memanggil nama
seseorang, dia dapat berpua-pura menjadi kura-kura. Saat seekor kura-kura
takut atau marah, ia bersembunyi dalam tempurungnya, tempat ia merasa
aman. Tempurung itu memberikan kesempatan kepada kura-kura untuk
menenangkan dirinya karena itu melindunginya dari pihak luar. Jika anak
anda masuk ke dalam ‘tempurung’ itu akan melindunginya karena ia tidak
akan mendapat kesulitan akibat memukul teman bermainnya. Hal ini secara
umum terebukti efektif diterapkan pada anak-anak di sekolah dasar yang
gemar melakukan permainan ‘berpura-pura’ meskipun membutuhkan waktu
beberapa saat sebelum mereka dapat fasih memainkannya.

* Berbicara pada diri sendiri
Ini dapat menjadi langkah kedua setelah melakukan trik kura-kura atau bisa
juga dilakukan secara terpisah. Ketika anak anda marah, biarkan dia
berbicara kepada sendiri. Biar berkata dengan suara keras, “Tarik napas
dalam-dalam dan rileks.” Kemudian biarkan dia berkata pelan kepada dirinya
sendiri. Latih dia untuk mengatakan kalimat-kalimat seperti “Saya dapat
mengontrol sikap” atau “Saya akan memikirkan suatu cara untuk
menyelesaikan masalah ini.”

Oleh: Veronica Colondam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar